Ada yang bilang orang yang bersedih tingkat kreatifnya bakal bertambah seiring deraian air matanya..
Andai bisa memilih.. aku tak ingin bisa tiba - tiba kreatif,bisa buat sangkar buaya misalnya,lewat proses kesedihan terlebih dahulu. Sedih itu menyakitkan,hanya orang yang pernah merasakan sedih sampai saat tidurpun dia masih menangis yang mengerti. Lebih baik tak kurasakan perasaan ini..
Aku tipe orang yang begitu,saat bersedih kemampuan berkata-kata ku meningkat drastis.. seakan semua kosakata baru kupelajari dan bisa kutuangkan dalam bait. Biasanya cuma kutuang dalam secarik kertas lalu kubuang,dalam memo di hp,dalam status di social media,atau dimanapun. Hanya sepenggal-penggal,tidak seutuhnya. Kesedihan yang tertulis bagiku bagai menorehkan rasa sedih itu dikulitku. Serasa terajah bagai tato seumur hidup. Aku ingin kelak rasa sedih itu akan hilang,tak berbekas. Tapi aku tau itu tidak mungkin.
Aku hanya tidak ingin melupakan aku pernah bersedih karena sesuatu ini dan karena sesuatu itu. Kapan aku bersedih,kapan aku menutupi kesedihan itu dengan baik dan kapan kesedihan itu berakhir. Tentang detilnya,jika bisa kutitipkan pada angin akan kuberikan seluruhnya.
Kebanyakan sedihku hanya bisa kubisikkan ke bumi dengan harapan gaungnya sampai ke langit. Kepada siapa lagi menitipkan rasa sedih selain pada pemilik rasa itu?
Susahnya menjadi diriku,saat merasa sedih semuanya terakumulasi. Aku bisa merasakan sedihku yang lalu dan kukeluarkan saat kumerasakan sedih yang baru. Seakan sedih yang lalu itu belum semuanya terobati. Hanya menambah luka saja bukan? Entah mengapa begitu..
Berpikir sedihku tak seberapa dibanding sedih mereka disana, setidaknya ada yang masih bisa kumakan,ada atap untuk kubernaung.. tapi selalu ada tapi yang membuat sedihku menjadi pemenangnya.. setidaknya mereka tidak merasa sepi sesepi diriku.. setidaknya dalam keramaian mereka tak merasa sendiri.. begitu terus setan terus menggoda hati..
Berpikir andai bisa ada milikku disini,yang bisa kukatakan kau milikku..dengarkan aku.. minta pundakmu untuk ku bersandar sejenak.. peluk aku sebentar.. tepuk punggungku dan tenangkan badai ini.. Andai saja.. Andai, terus saja datang menggoda hati..
Kupikir beginilah hidup.. kesedihan bisa membawa ketegaran.. tapi sekali lagi,aku tak ingin menjadi tegar pula,bila harus kulewati kesedihan ini..tidak seperti ini.. Lebih baik tak kurasakan perasaan ini.
TitikPege
April 11th 2016
Andai bisa memilih.. aku tak ingin bisa tiba - tiba kreatif,bisa buat sangkar buaya misalnya,lewat proses kesedihan terlebih dahulu. Sedih itu menyakitkan,hanya orang yang pernah merasakan sedih sampai saat tidurpun dia masih menangis yang mengerti.
Aku tipe orang yang begitu,saat bersedih kemampuan berkata-kata ku meningkat drastis.. seakan semua kosakata baru kupelajari dan bisa kutuangkan dalam bait. Biasanya cuma kutuang dalam secarik kertas lalu kubuang,dalam memo di hp,dalam status di social media,atau dimanapun. Hanya sepenggal-penggal,tidak seutuhnya. Kesedihan yang tertulis bagiku bagai menorehkan rasa sedih itu dikulitku. Serasa terajah bagai tato seumur hidup. Aku ingin kelak rasa sedih itu akan hilang,tak berbekas. Tapi aku tau itu tidak mungkin.
Aku hanya tidak ingin melupakan aku pernah bersedih karena sesuatu ini dan karena sesuatu itu. Kapan aku bersedih,kapan aku menutupi kesedihan itu dengan baik dan kapan kesedihan itu berakhir. Tentang detilnya,jika bisa kutitipkan pada angin akan kuberikan seluruhnya.
Kebanyakan sedihku hanya bisa kubisikkan ke bumi dengan harapan gaungnya sampai ke langit. Kepada siapa lagi menitipkan rasa sedih selain pada pemilik rasa itu?
Susahnya menjadi diriku,saat merasa sedih semuanya terakumulasi. Aku bisa merasakan sedihku yang lalu dan kukeluarkan saat kumerasakan sedih yang baru. Seakan sedih yang lalu itu belum semuanya terobati. Hanya menambah luka saja bukan? Entah mengapa begitu..
Berpikir sedihku tak seberapa dibanding sedih mereka disana, setidaknya ada yang masih bisa kumakan,ada atap untuk kubernaung.. tapi selalu ada tapi yang membuat sedihku menjadi pemenangnya.. setidaknya mereka tidak merasa sepi sesepi diriku.. setidaknya dalam keramaian mereka tak merasa sendiri.. begitu terus setan terus menggoda hati..
Berpikir andai bisa ada milikku disini,yang bisa kukatakan kau milikku..dengarkan aku.. minta pundakmu untuk ku bersandar sejenak.. peluk aku sebentar.. tepuk punggungku dan tenangkan badai ini.. Andai saja.. Andai, terus saja datang menggoda hati..
Kupikir beginilah hidup.. kesedihan bisa membawa ketegaran.. tapi sekali lagi,aku tak ingin menjadi tegar pula,bila harus kulewati kesedihan ini..tidak seperti ini..
TitikPege
April 11th 2016
Tidak ada komentar:
Posting Komentar