Pages

Selasa, 16 Desember 2014

The words that never say

Kepada yang kusayangi karena Allah.

Kelak saat kamu sendiri dan merenungi waktu yang terlewat. Akan ada saat dimana kamu akan menyesali kata yang tak sempat kamu katakan. Yang berarti tapi tak tersampaikan.
Yang saat itu tak bisa atau bahkan tak mau terucap.
Kenapa tak bisa? Karena mungkin tak kan merubah keadaan?
Mungkin karena tak mau. Karena itu hanya perasaan tak berarti yang tak perlu disampaikan pada yang tak penting?

Saat penyesalan karena kata itu tak terucap,kamu gak bisa memutar balik waktu. Karena aq sudah mengetahuinya..dengan cara terkeras,terkejam,tertidak manusiawi yang dilakukan kaum adam. Tapi sudah pilihanmu seperti itu,bukan takdir. Takdir hanya sesuatu yang pasti terjadi. Yang tidak pasti selain Hidup dan Maut,hanya bisa dicapai dengan usaha dan doa dari kita manusia.
Sesuatu hal terjadi karena niat.. niat berlanjut ucap.. ucap berujung tindakan yg disertai doa.. baru kemudian pasrahkan..

Aku bersyukur satu hal.. walau sekarang kumalu bertegur sapa. Malu bertatap mata. Malu menunjukkan yang kurasakan. Tapi bukan untuk kusesali kuucapkan. Tidak untuk kusesali kurasakan. Karena tidak ada lagi kata yang tidak kuucap padamu. Tidak ada lagi keraguan darimu atas yang kurasakan. Selain dari yang kamu abaikan.. Bahwa aq menyayangimu.. yang kurang dari itu hanya aq menyayangimu karena Allah. 'Anna uhibuka ilallah'. Yang seharusnya sudah bs kamu ketahui. Karena mungkin sering kamu bertanya2 kenapa dan bagaimana. Hanya itu..cuma itu saja. Karena Allah..
Dan aq melepasmu juga karena Allah..

Tapi sampai saat itu datang.. saat dimana kamu menyesal tak mengatakan yang tak kamu katakan. Aq akan berdiam darimu.
Yang ingin kudengar bukan kamu juga menyayangiku. Yang ingin kudengar hanya kejujuran perasaanmu..karena yang km lakukan sekarang itu jalan kepengecutan. Kamu mencari cara agar aq menjauh dengan sendirinya..dan tentu itu yang terjadi.

Aq teman terbaik yang bisa kamu miliki. Aq akan selalu ada. Menemanimu dan memberimu kesenangan. Berbagi suka dukamu. Mendengar ceritamu. Mendoakan dan mengusahakan kesehatan dan ketenanganmu. Memberi tanpa meminta. Bukan aq sombong. Tapi itulah aq. Tanya dirimu sendiri. Akan begitulah jawabannya. Abaikan yang aq rasakan padamu..dan akan kau dapatkan sahabat terbaik dari yang ada.

Karena meski aq sedih,karena sudah wajar perasaan ini kurasa. Meski perih dan sakit karna perasaanku tak berbalas. Tapi kata2 yang tak pernah terucap itu..harusnya bisa kau ucapkan. Karena aq pahami itu bisa terjadi.

Aq paham krn perasaan seperti halnya cinta hanya sebuah reaksi kimia. Tergabung dari feromon dan hormon. Kamu akan tertarik pada hal2 yang tidak kau miliki. Sesuatu untuk melengkapi kekuranganmu. Setelah beberapa waktu itu bisa menghilang. Karena kamu akhirnya belajar melengkapi kekuranganmu, maka ketertarikan itu akan memudar. Cinta itu akan hilang.

Kenapa ada orang yang masih bisa merasakannya walau sekian lama. Itu karena dia memutuskan utk mempertahankan itu. Sedangkan sebagian lain tidak..seperti halnya kamu. Aq hanya sempat punya harapan konyol..walau ketertarikan itu memudar. Kamu akan tetap mempertahankan yang tersisa,yaitu kasih sayang. Yang terwujud dalam empati..kebiasaan..dan tentu saja komunikasi. Karena seperti yang aq bilang..aq teman terbaik yang bakal bisa kamu miliki.

Tapi tidak.. kamu memilih berusaha agar aq menjauh. Setelah semua yang sudah kukatakan itu yang kamu pilihkan untukku. Dan tidak pernah mengatakan kata yang tak bisa kau ucapkan. Kata2 yang tak terucap. The words that never say.

Seharusnya itu tak sulit. Aq akan menangis dan berderai air mata. Hatiku akan terluka perih. Harga diriku akan hancur. Tapi cmn itu..bukan hal besar. Aku bakal bisa mengatasinya. Takkan lebih besar dari penyesalanmu.

Entah apa sulitnya berkata 'aku tak lagi menyayangimu'?? Apa sulitnya berkata apa yang tidak lagi kamu rasakan??

Tidak ada komentar:

Posting Komentar